Selasa, 09 Oktober 2012

antropologi


TEORI DAN KONSEP ANTROPOLOGI PSKOLOGI
1.Teori Pola kebudayaan Ruth Fulton Benedict
    Teori ini disebut juga sebagai:
     Teori konfigurasi kebudayaan
     Teori mozaik kebudayaan
     Teori etos  kebudayaan
     Teori representation collectives
     Ruth benedict dalam bukunya Patern of culture mengatakan bahwa di dalam setiap kebudayaan terdapat beraneka ragam tipe tempra ment manusia, yang telah di tentukan oleh faktor keturunan(genetic) dan faktor ketubuhan(konstitusi tubuh) yang timbul berulang-ulang secara universal. Dengan demikian temprament tersebut di turunkan dari generasi ke generasi berikutnya secara sama. Setiap kebudayaan hanya memberi kesempatan temprament tertentu yang cocok dengan konfigurasi(pola) dominan yang di bolehkan berkembang. Sebagian besar masyarakat akan berbuat sesuai dengan tipe dominant. Kepribadian yg sesuai dg tipe dominant dsb kepribadian normal (suatu kepribadian di katakan normal jika sesuai dg tipe kepribadian yg dominant). Kepribadian yg menyimpang dari tipe dominant disebut berkepribadian abnormal(kepribadian yg tdk sesuai dg tipe kepribadian yg dominant dikatakan sbg kepribadian abnormal). Penggolongan kepribadian normal dan abnormal berhubungan erat dg pola kebudayaan.
     Ruth benedict kemudian meneliti suku2 bangsa di seluruh dunia (populasinya suku2 bangsa di dunia). Dari suku2 bangsa di dunia ini di ambil sampel 3 suku bangsa yaitu orang2 dobu dari papua nugini, orang2 zuni dari new mexico, orang2 kuakuitle dari pantai barat laut amerika utara. Dia mengatakan bahwa ada hubungan yg erat antara kebudayaan dan kepribadian.
Hasil penelitiannya adalah sbb:
a. orang2 zuni yg bermata pencaharian petani, berpola kebudayaan Appolonian memiliki kepribadian introvert (tertutup), dapat menahan diri , rapi, suka tolong menolong, mementingkan upacara agama yg tenang tanpa histeris, shg dlm kebudayaan mrk tdk    menunjukan ketegangan2.
b. org2 kuakuitle yg bermatapencaharian nelayan berpola kebudayaan dionysian memiliki kepribadian yg ekstrovert (terbuka), pemboros, suka bertindak ekstrim, megalo manic paranoid (menganggap dirinya hebat dan selalu curiga bhwa dirinya akan di celakai org lain), gemar pamer kekayaan(potlatch), dan senang mengkonsumsi napza (narkoba).
c. Orang2 dobu berpola kebudayaan schizophrenia jenis paranoid (berkepribadia paranoid). Gejala2 yg tampak dari kepribadian paranoid antara lain : saling mencurigai sesamanya, hidup mereka selalu takut kena sihir (guna2), suka ilmu sihir, bersifat pengkhianat.
Komentar :
Walaupun dalam teori ini ada unsur-unsur teori psikologi, namun sesungguhnya tidak ada data mengenai kepribadian individu, data yang dominan adalah dari kebudayaan masyarakat yaitu upacara, kegiatan ekonomi, organisasi social, praktek berperang, sikap-sikap yang sudah melembaga dan sebagainya. Tidak ada data mengenai riwayat hidup  seseorang, dan dokumen pribadi, apalagi hasil dan test psikologi yang kini telah menjadi bagian penting dalam penelitian antropologi psikologi.
2.Teori Gaya Hidup Petani Desa Robert Redfield (The Peasant Style Of  Life)
Disebut juga kepribadian petani desa (Personalyty of peasant). Masyarakat dunia oleh redfield di bagi menjadi tiga macam yaitu :
a.Masyarakat folk (folk society atau tribal society) atau masyarakat primitive atau      masyarakat terpencil. Masyarakat folk ini sedikit sekali mendapat pengaruh dari peradaban luar (dunia).
b.Masyarakat petani desa (peasant society)            
Masyarakat ini sebenarnya mrpk bentuk masyarakat folk akan tetapi sudah terkena sentuhan pengaruh masyarakat perkotaan. Kebudayaannya tidak bisa otonom karena tergantung pada masyarakat perkotaan. Oleh krn itu masyarakat petani desa ini oleh Redfield disebut setengah masyarakat, setengah kebudayaan . Hubungan masyarakat petani desa dg masyarakat perkotaan bersifat simbiosis mutualistis (saling menghidupi). Masyarakat desa memperoleh pendidikan, perlindungan keamanan, hasil2 industri dll dari masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan memperoleah tenaga kerja, hasil pertanian/peternakan dll dari masyarakat desa.
c. Masyarakat perkotaan (urban society)
Masyarakat ini berkembang di daerah perkotaan. Masyarakat perkotaan banyak terpengaruh oleh peradaban dunia shg berkebudayaan maju.
Gaya hidup petani desa menurut Redfield adalah sbb:
a. bersikap praktis pragmatis dan utilitarian (mencari manfaat atau faedah dari sesuatu). Motif kerjanya disamping untuk memenuhi kebutuhan hidup jg utk memenuhi perintah dewa.
b. Lebih menonjolkan emosi/perasaan drpd rasio/nalar.
c. Sanagat mengutamakan kesejahteraan hidup dan kepastian hidup
d. Sangat menghargai prokreasi (beranak banyak)
e. Mendambakan kekayaan 
Ditambah 3 hal hasil penelitian di desa Trunyan Bali, Desa Sitelu Banua pulau nias :
f. Gemar pamer kekayaan
g. Bersikap konservatif (terikat pada tatanan kuno)
h. Penolakan bersifat pasif (passive resistance) mrpk strateginya menolak paksaan dari luar
         Gaya hidup petani desa ini sbnrnya adl adaptasi masyarakat folk dlm memenuhi kbth hidupnya dan akibat pengaruh masyarakat perkotaan (peradaban dari luar desa). Masyarakat desa ini sebenarnya mempertahankan tradisi masyarakat folk yg mempunyai solidaritas sosial, bertradisi gotong royong, hub kekerabatan, bertujuan hidup jelas yaitu menjadi kaya, beranak banyak, memperoleh rasa aman, hidup sejahtera. Disamping itu masyarakat desa ini juga mulai mengikuti sifat modern sprti berdagang dg nilai tukar uang, pengendalian sosial bersifat non formal dan formal.
          Gaya hidup petani desa ini berada di brbagai desa di dunia. Bahkan jg ada masyarakat2 kampung di kota2 besar yg msh mempertahankan gaya hidup petani desa. Masyarakat jenis ini ada yg menempati di areal pertanian ttp lokasinya berada di wilayah perkotaan.
Komentar :
Tipe kepribadian orang petani desa seperti yang digambarkan petani desa, sebenarnya adalah semacam human type atau tipe manusia, yang dapat dikenal secara; agak tersebar di mana-mana, bersifat tahan lama. Dan timbul sebagai akibat peradaban (civilization). Gaya hidup semacam ini, mungkin diperkembangkan sebagai akibat adanya adaptasi dar sifat masyarakat folk, dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup baru, yang diakibatkan oleh timbulnya kota.
Masyarakat petani desa hidup karena mempertahankan sifat kegotong-royongan tradisional, yang bedasarkan solidaritas social masyarakat folk.  Hubungan kekerabatan masih memegang peranan penting. Tujuan hidupnya sudah terang, serta dirasakan dengan kuat. Tujuan tersebut seperti telah dikatakan di muka adalah untuk menjadi kaya, punya banyak keturunan, memperoleh keamanan dan kesejahteraan hidup. Sebaliknya, mereka juga segan-segan mengambil sifat modern untuk dijadikan bagian hidupnya, seperti berdagang dengan mempergunakan media uang, pengendalian social yang bersifat formal maupun informal mengenai ekonomi maupun politik.
 3.Teori Kepribadian Status Ralph Linton
        Dalam hidup di masyarakat ini manusia memiliki banyak status. Agar hidup di masyarakat mjd lbh efektif maka manusia perlu berkepribadian sesuai dg status yg sdg di embannya. Jadi kepribadian status ialah seperangkat kepribadian yg sesuai dg statusnya di masyarakat. Adakalanya kepribadian status tsb sesuai dg kepribadian aslinya, ttp ada pula yg bertentangan dg kepribadian aslinya. Seseorg yg berkepribadian ekstrovert sgt cocok utk jbtan menteri penerangan. Sedangkan yg berkepribadian introvert agak krg cocok.
 Kepribadian status yg tidak sesuai dg kepribadian aslinya maka dpt menimbulkan konflik batin (konflik internal dlm dirinya). Konflik internal yg berkepanjangan dpt menurunkan kesehatan mental (menurunnya kesejahteraan psikologis).
Menurut Linton bahwa kepribadian pengusaha amerika serikat adl : gia bekerja, suka bersaing, pandai bergaul, mudah mengenal org lain, dan pandai berusaha.  
Komentar :
Bagi banyak ilmuan, fungsionalisme mengandung makna tujuan dan aspek matematik yang memandang bahwa dua hal dapat berubah bersama. Namun dalam pandangan Linton, fungsionalisme  berasal dari fungsi yang merujuk pada interelasi individu-individu. Ia menyatakan ciri dari kebudayaan dapat dilihat dari empat hal, yaitu bentuk yang merujuk pada pengaturan pola perilaku, makna merujuk pada asosiasi yang dibubuhkan pada elemen budaya oleh anggota masyarakat –yang mungkin bersifat subjektif dan tak disadari, guna terkait pada guna perlakuan berdasar konteks kultural, dan fungsi. Ia membahas bahwa status terkait dengan struktur serta hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. Peran merujuk pada aspek perilaku terkait status.
4. Teori Struktur Kepribadian Dasar Kardiner , Linton Dan Dubois
Struktur kepribadian dasar ialah inti kepribadian yg di miliki oleh sbgian besar anggota masyarakat akibat akibat pengalaman yg sama di masa kanak2. Yang trmasuk struktur kepribadian adalah :
a. Teknik berfikir (ilmiah atau animistis)
b. Sikap (menerima atau menolak) thd benda hidup atau mati
c. sistem keamanan, kesejahteraan (security system)
hal ini akan dapat di nilai dari tingkat kecemasan dan frustasinya.
Komentar :
-  Kepengasuhan anak, terkait dengan sosialisasi, Lebih ditekankan kepada masalah : cara kepengasuhan, intensitas/ frekuensi sosialisasi. Terutama dikembangkan oleh ahli antropologi terkenal, Margaret Mead.
-  Adat istiadat, mencakup etika, moral norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat. Lebih ditekankan kepada pengaruhnya atas muatan dari kepribadian umum.
5. Teori Kepribadian Rata-Rata Cora Dubois
          Teori kepribadian rata-rata (modal personality) timbul sebagai akiat penelitian di pulau Alora yang dilakukan Cora Dubois. Istilah struktur Kepribadian rata-rata mirip sekali dengan struktur kepribadian dasar dari kardiner dan kawan-kawan, namun lebih dalam arti statistik, yaitu jika struktur kepribadian dasar dari suatu suku bangsa dianggap sebagai tipe kepribadian dari sebagai besar anggota suatu suku  bangsa, yakin sedikit 51 % dari jumlah seluruh anggotanya.  
Terjadinya tipe kepribadian rata-rata, menurut Cora Dubois adalah sebagai hasil saling pengaruh-mempengaruhi antara kecenderungan dengan pengalaman dasar, yang di tentukan oleh fisiologis dan neurologis. Tipe kepribadian rata-rata ini pada umumnya, ada pada kolektif manusia dalam usahanya menghadapi lingkungan kebudayaan, yang mengingkarinya/menolaknya, dan memuaskan segala kebutuhanya.  Kebutuhan setiap kolektif dapat berbeda-beda, sehingga tepi kepribadian rata-ratanya dapat juga bereda.
        Teori ini hampir sama dg teori kardiner di atas. Struktur kepribadian dasar ialah tipe kepribadian pada umumnya suatu budaya tertentu. Kepribadian rata-rata ialah tipe kepribadian yg dimiliki oleh lebih dari separo anggota suatu budaya tertentu.
Komentar :
Setelah di adakan perbandingan diantara hasil analisa kardiner mengenai data etnografi dan riwayat hidup, dengan hasil analisi data Rorschach dan lain-lain, tenyata ada persamaan antara garis-garis besarnya.
6.Teori Kepribadian Orang Modern Alex Inkeles
           Ada 9 ciri orang modern menurut Alex, yaitu :
a. Bersedia menerima pengalaman baru, terbuka thd perubahan dan pembaharuan
b. berpandangan luas , tidak terpaku pd masalah sktr hidupnya saja ttp jg mslh negara bahkan dunia.
c. sangat menghargai waktu, tdk terpaku pd masa lampau ttp lebih mementingkan masa kini dan mendatang.
d. Suka bekerja dg perencanaan yg matangdg organisasi yg rapi
e. Tidak menyerah kan hidupnya pada kemauan alam ttp yakin akan kemampuannya dpt menguasai alam.
f. Kehidupannya tidak ditentukan oleh nasib ttp dapat di prediksi dan di perhitungkan
g. Mneghargai martabat orang lain terutama wanita dan anak-anak
h. Sangat percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
i. Mengusahakan keadilan pemerataan, Imbalan diberikan bukan berdasar kedudukan dan keturunan tetapi berdasarkan prestasi.
Komentar :
Pertama, perubahan manusia dari yang lebih tradisional menjadi lebih modern, sering berarti melepaskan cara berfikir dan berperasaan yang telah berpuluh tahun serta berabad usianya, dan meninggalkan prinsip. Kedua, sifat yang membuat orang menjadi modern itu tidak sering tampak sebagai sebagai suatu cirri yang netral, tetapi merupakan ciri dari orang – orang Eropa, Amerika, atau orang barat pada umumnya yang hendak dipaksakan pada orang lain, untuk menjadikan mereka sama dengan orang barat tersebut. Ketiga, kebanyakan ciri yang disebut modern itu, dan dengan demikian yang diinginkan, sesungguhnya tidak berguna atau cocok bagi kehidupan dan keadaan dari mereka, yang dianjurkan atau dipaksakan untuk memilikinya.
7. Diterminisme Masa Kanak-Kanak
          Rumusan konsep watak bangsa yg berlandaskan teori diterminisme :
a. Hipotesa latihan buang air besar Geofrey Gorer
Latihan buang air besar masa kanak2 pd bangsa jepang yg begitu ketat menghasilkan kepribadian yg sangat rapi , tertib, dan terpukau pd upacara. Orang jepang yg kelihatan rapi dan tertib ini sebenarnya ada keinginan besar yg tersembunyi untuk bertindak agresif. Upacara yg sifatnya teliti sebenarnya mrpk penyaluran dari dorongan hati yg keras dan berbahaya. Orang jepang mempunyai sifat memendam rasa permusuhan. Rasa kebencian akan menetap dan setelah dewasa akan menjadi bagian dari kepribadiannya. Hal ini sesuai dg teori orthodox dari sigmund freud
b. Hipotesa pembedungan anak Geofrey Gorer
Gorer meneliti praktek pengasuhan masa kecil anak2 rusia, kaitannya dengan keribadiannya  stlh dewasa. Sejak lahir anak rusia di bedung seluruh tubuhnya sampai 9 bulan. Karena pembedungan ini maka orang rusia stlh dewasa mengidap manic depressive. Suka pesta gila-gilaan dg minuman keras. Sedangka sikap depressiv akibat dari pengekangan atas ekspresi emosinya. Dalam keadaan lain orang rusia suka bermuram durja , merasa sedih , merasa berdosa dan melakukan pengakuan dosa yg sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.
Bentram D. Wolfe mengkritik pendapat corer bahwa  sifat bersedia mengadakan pengakuan dosa yg tidak pernah di lakukan mungkin karena tekanan dan siksaan yg kejam dari pihak penguasa yg totalitarian.
c. Konsep Schismogenesis Gregory Bateson
Konsep ini ialah interaksi antara dua kutub yang berlawanan. Miasalnya interaksi antara anak dan bapak. Di amerika yg interaksi nya mempunyai ciri yg khas yaitu anak bukan sbg yg di kuasai dan bapak buka sbg yg menguasai. Akibatnya pendidikan di amerika cenderung menghasilkan anak-anak yg mandiri.    
Komentar :
a. Hipotesa yang dibuat oleh Gorer ini sudah tentu terlalu bersifat determinisme masa kanak-   kanak,sehingga mendapat kritik dari sarjana lain. Dan menurut Robert N, Bella, bahwa penyebab terbentuknya sifat tertib dan rapi orang jepang adalah kode samurai (samurai code) yang berkembang sejak zaman Tokugawa.
b. Yang dapat kita ambil dari hipotesa Gorer yaitu hipotesa Gorer yang menganggap bahwa 5 sampai   6 tahun pertama dari penghidupan seorang anak bayi penting bagi pembentukan kepribadian dewasanya kelak dan hipotesa ini penting karena sedikitnya dapat dijadikan permasalahan untuk diuji dilapangan.
c. asyarakat di dunia berbeda dalam sifat pola interaksi bipolar, Berdasarkan konsep schismogenesis ,   jika kita hendak meneliti pola watak suatu suku bangsa kita harus melihat interaksi       bipolarnya.Interaksi bipolar untuk hubungan orang tua dengan anaknya

8. Teori Watak Bangsa
          Dalam kaitannya dengan watak bangsa ini ada istilah2 seperti :
a. Teori watak bangsa sbg watak kebudayaan (cultural character)
Definisi watak bangsa menurut Margaret Mead :
Kesamaan sifat di dalam organisasi intra psikis individu anggota masyarakat karena mengalami cara pengasuhan anak yang sama dalam kebudayaan masyarakatnya.
b. Teori watak bangsa sebagai watak masyarakat (social character)
Erich fromm menyebut watak bangsa dengan sebutan watak masyarakat. Dalam hal ini kepentingan pribadi telah identik dengan kepentingan masyarakat.
c.  Teori watak bangsa sebagai watak kesukuan
watak ini di pengaruhi oleh pola pengasuhan anak dalam sukunya dan kondisi demografis masyarakatnya. Sehingga berbeda satu sama lain.
d. Teori watak bangsa sebagai kepribadian rata-rata (mode personality)
suatu watak tertentu akan tampak lebih banyak / lebih umum di miliki oleh sebagian besar suatu masyarakat dan dapat di jadikan sebagai watak tipikalnya. Penelitian tsb di lakukan thd 330 orang sbg sampel dg wawancara dan dengan tes-tes psikologi.dari tes inilah di temukan kepribafian rata-rata.
Komentar :
Berhubung sasaran penelitian adalah suatu masyarakat yang bersifat sangat rumit, maka ada antropolog yang kurang setuju dengan teori ini. Sebabnya adalah karena metode yang dipergunakan, asalnya di kembangkan untuk penelitian pada masyarakat yang sederhana. Akibatnya untuk membuat samplingnya saja sudah memusingkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar